Begal Berpistol Sekap 10 Pemuda Tanjungbalai, 3 Pelaku Berhasil Ditangkap Warga

Aksi kejahatan di jalanan telah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama di kawasan Tanjungbalai. Pada Kamis dini hari (12 Maret 2026), sepuluh pemuda menjadi korban penyekapan oleh sekelompok begal berpistol di Ujung Tanjung, Pasiran, Kecamatan Tanjungbalai Selatan. Kejadian ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga menimbulkan trauma mendalam bagi para korban.

Rincian Kejadian Kejahatan

Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat para korban berkumpul. Sekitar delapan individu tak dikenal mendatangi mereka dengan maksud jahat.

Salah satu korban, Kevin Sirait, menceritakan bagaimana para pelaku langsung mengancam mereka. “Mereka menodongkan senjata tajam, seperti pisau dan samurai, sementara dua di antaranya mengarahkan pistol ke arah kami,” ungkap Kevin saat melaporkan kejadian itu ke Polres Tanjungbalai.

Ancaman dan Perampokan

Di bawah ancaman tersebut, para pelaku merampas barang-barang berharga, termasuk telepon genggam dan uang. Mereka juga meminta tebusan sebesar Rp5 juta untuk membebaskan para pemuda yang disekap.

Setelah merampas barang-barang berharga, para pelaku memaksa korban masuk ke dalam kendaraan dan membawanya menuju kawasan Sei Nangka.

Penyekapan dan Penganiayaan

Proses penyekapan berlangsung hingga sekitar pukul 05.00 WIB, di mana selama waktu tersebut, para korban tidak hanya kehilangan barang berharga, tetapi juga mengalami penganiayaan. Beberapa dari mereka mengalami luka lebam akibat tindakan brutal para pelaku.

Identitas Korban

Sepuluh pemuda yang menjadi korban berasal dari Desa Pertahanan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan. Berikut adalah nama-nama mereka:

Pengungkapan Kasus

Peristiwa ini mulai terkuak saat para pelaku bernegosiasi untuk menerima uang tebusan. Salah satu korban, Nashruddin, diminta untuk pergi bersama tiga pelaku untuk mengambil uang tebusan tersebut.

Namun, dalam perjalanan, Nashruddin mengambil tindakan berani dengan melompat dari sepeda motor yang ditumpanginya. “Saya langsung melompat dan berteriak bahwa saya sedang dibegal,” ujarnya.

Respon Warga dan Penangkapan Pelaku

Teriakan Nashruddin menarik perhatian warga sekitar yang segera berinisiatif untuk membantu. Dalam situasi tersebut, warga berhasil mengamankan tiga terduga pelaku sebelum menyerahkan mereka ke Polsek Sei Kepayang, yang kemudian meneruskan kasus ini ke Polres Tanjungbalai.

Kehilangan dan Kerugian Korban

Akibat dari insiden ini, para korban kehilangan uang tunai serta tujuh unit telepon genggam. Selain kerugian materi, beberapa korban juga mengalami luka akibat penganiayaan yang mereka alami selama penyekapan.

Penyampaian Laporan Resmi

Para korban bersama staf Kantor Kepala Desa Pertahanan, Hamdan Tambunan, mendatangi Polres Tanjungbalai pada Kamis malam untuk mengajukan laporan resmi mengenai kejadian tersebut. Hamdan berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini, termasuk memeriksa jenis senjata api yang digunakan oleh para pelaku.

“Korban mengalami trauma. Kami berharap kasus ini segera diungkap tuntas, terutama karena tiga pelaku sudah diamankan,” ujar Hamdan.

Proses Hukum Terhadap Pelaku

Laporan dari para korban tercatat dengan nomor STTLP/B/73/III/2026/SPKT/RES T.BALAI/POLDA SUMUT pada tanggal 12 Maret 2026. Berdasarkan laporan tersebut, ketiga terduga pelaku yang telah diamankan diidentifikasi dengan inisial NA, DR, dan RI.

Ketiganya diduga melanggar Pasal 479 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP yang mengatur tentang pencurian dengan kekerasan, suatu pelanggaran serius yang dapat dikenakan hukuman berat.

Pernyataan Polisi

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Feri, melalui Kasi Humas Ipda Ruslan, menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para korban serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain dalam komplotan begal berpistol ini.

Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan di lingkungan masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi kejahatan yang mengancam keselamatan pemuda dan warga lainnya. Dengan kesadaran dan kerjasama yang baik antar warga dan pihak berwajib, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Exit mobile version