Peningkatan angka pengangguran menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan. Dengan populasi yang terus berkembang, kebutuhan akan lapangan kerja yang memadai dan berkualitas juga meningkat. Dalam konteks ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk mengatasi masalah tersebut dengan pendekatan yang lebih luas dan terintegrasi. Salah satu strategi utama yang diandalkan adalah penguatan pelatihan vokasi dan wirausaha yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat serta menciptakan peluang kerja yang lebih banyak.
Strategi Komprehensif untuk Menurunkan Tingkat Pengangguran
Pemprov Sulsel terus berupaya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan menerapkan strategi yang lebih komprehensif. Fokus utama dari upaya ini adalah pemanfaatan data yang akurat, penguatan program pelatihan vokasi, dan kolaborasi lintas sektor yang lebih luas. Strategi ini dipresentasikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, dalam forum yang diadakan secara daring.
Pemaparan ini berlangsung di Rumah Jabatan Sekda Sulsel, yang dihadiri oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Jufri menekankan pentingnya penurunan angka pengangguran sebagai salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Selatan untuk periode 2025 hingga 2029.
Pentingnya Keterampilan yang Relevan
Rencana yang disusun dalam RPJMD tidak hanya berfokus pada penurunan angka pengangguran, tetapi juga pada peningkatan daya saing tenaga kerja. Penting untuk memastikan bahwa keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan vokasi sesuai dengan kebutuhan industri saat ini. Jufri mengungkapkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja merupakan kunci untuk mencapai keselarasan ini.
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor hulu.
- Manajemen penempatan tenaga kerja di tahap pertengahan.
- Menciptakan peluang kerja di sektor hilir.
- Program pelatihan berbasis kompetensi.
- Dukungan bagi ekosistem wirausaha muda.
Program Pelatihan Vokasi yang Berbasis Kebutuhan
Berbagai program konkret telah dicanangkan untuk mendukung upaya ini, termasuk pelatihan kerja berbasis kompetensi, pelaksanaan bursa kerja (job fair), dan penguatan fungsi antarkerja. Selain itu, Pemprov Sulsel juga berkomitmen untuk mendukung ekosistem wirausaha muda, yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran.
Sektor-sektor unggulan daerah juga menjadi fokus perhatian dalam upaya ini. Pemprov Sulsel berusaha mengoptimalkan potensi di sektor pertanian, industri pengolahan, dan ekonomi kreatif. Langkah-langkah ini dilakukan secara sinergis oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait.
Memastikan Penyerapan Tenaga Kerja
Jufri menjelaskan bahwa tujuan utama dari program pelatihan vokasi dan wirausaha adalah untuk memastikan lulusan pelatihan serta pencari kerja dapat terserap di sektor formal maupun mandiri. Ini adalah langkah penting dalam mengembangkan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan data yang ada pada akhir tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka di Sulawesi Selatan tercatat sebesar 4,45 persen. Jufri mencatat bahwa masih terdapat disparitas antara serapan tenaga kerja di wilayah perkotaan dan perdesaan. Selain itu, terdapat pula kesenjangan gender, di mana tingkat pengangguran perempuan mencapai 5,1 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang berada di angka 4,03 persen.
Menjawab Tantangan dengan Program yang Tepat Sasaran
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, Pemprov Sulsel melakukan intervensi dengan program yang lebih terfokus dan tepat sasaran. Salah satu target yang ingin dicapai adalah penempatan sebanyak 33.282 tenaga kerja. Untuk itu, pemprov tidak hanya memperluas pelaksanaan job fair, tetapi juga mengembangkan pelatihan berbasis kelompok usaha mandiri, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Kerja sama strategis dengan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan juga diperkuat. Misalnya, melalui kerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), serta mitra internasional seperti Jepang, untuk program penempatan tenaga kerja di luar negeri. Ini merupakan langkah progresif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelatihan yang diberikan.
Peta Jalan Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
Seluruh upaya ini akan dikoordinasikan lebih lanjut melalui penyusunan peta jalan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi untuk periode 2025–2029. Inisiatif ini melibatkan elemen Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA) untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan sejalan dengan tren pasar kerja saat ini.
Pemprov Sulsel berkomitmen untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan pasar. Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan pelatihan vokasi dan wirausaha dapat membawa dampak positif dalam menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Sulawesi Selatan.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berfokus pada pengembangan keterampilan, Pemprov Sulsel yakin bahwa tantangan pengangguran dapat diatasi secara efektif. Dengan dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat, langkah-langkah ini dapat diwujudkan demi masa depan yang lebih baik.
