Medan Utara kini tengah menghadapi tantangan serius terkait masalah banjir dan genangan air yang kerap mengganggu aktivitas warga. Dalam upaya mencari solusi konkret, Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berinisiatif untuk turun langsung ke lapangan. Pada Sabtu, 12 September 2026, ia mengawasi kegiatan gotong royong dan perbaikan drainase di Jalan Marelan II Pasar 4 Timur, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.
Langkah Konkret dalam Penanganan Masalah Drainase
Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas didampingi oleh Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Cipta Karya (SDABMBK) Khairul Azmi, serta Camat Medan Marelan Zulkifli Syahputra Pulungan. Mereka bersama-sama memantau penggunaan alat berat yang dikerahkan untuk mengatasi masalah sedimentasi lumpur yang mengendap di saluran drainase.
Upaya ini tidak hanya sekadar pembersihan, tetapi juga termasuk pemasangan saluran beton drainase (U-Ditch) yang direncanakan sepanjang 200 meter di kedua sisi jalan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas saluran air dan meminimalisir genangan saat hujan.
Gotong Royong Sebagai Solusi Bersama
Rico Waas menjelaskan, “Hari ini kita melakukan gotong royong karena sedimentasi lumpur di saluran drainase Pasar 4 Timur ini sangat tebal dan penuh, sehingga harus kita benahi. Pemasangan U-Ditch sepanjang 200 meter kanan dan kiri juga sedang berjalan.” Pendekatan gotong royong diharapkan dapat melibatkan masyarakat dalam proses perbaikan infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari mereka.
Untuk mengoptimalkan aliran air di kawasan tersebut, Pemko Medan merencanakan pembenahan saluran pembuangan yang ada di sekitar, termasuk di Gang Jahe. Pengaturan ini bertujuan agar aliran air dapat terdistribusi dengan lebih efisien, sehingga mengurangi risiko banjir.
Menjawab Keluhan Warga
Walikota juga mengungkapkan pentingnya sosialisasi terkait rencana pembenahan di Gang Jahe. “Kita rencanakan sosialisasi untuk pembenahan di Gang Jahe, supaya pembuangannya bisa terbagi dua, ke arah barat dan timur. Banyak keluhan warga karena air kerap masuk ke rumah. Meskipun jalanan sudah kering, pemukiman warga masih tenggelam. Kondisi ini yang secara bertahap kita benahi di Kecamatan Marelan,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Rico Waas tidak hanya berfokus pada masalah drainase. Ia juga menanggapi keluhan mengenai fasilitas pendidikan di SD Negeri 060999. Selain mengamati kondisi fisik bangunan yang mulai retak, ia menyadari bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan saat ini masih menggunakan dua shift akibat keterbatasan ruang kelas.
Peningkatan Fasilitas Pendidikan
Rico menegaskan, “Di SD Negeri ini ada problem double shift karena hanya ada tujuh kelas. Tahun depan kita rencanakan untuk merenovasi bangunan menjadi dua lantai, ditingkatkan agar anak-anak bisa belajar lebih nyaman.” Ini adalah langkah yang menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Selama kunjungannya, sambutan positif dari warga terlihat jelas. Banyak dari mereka memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan keluhan langsung kepada Walikota. Masalah drainase dan banjir menjadi isu utama yang mereka angkat.
Reaksi Positif dari Masyarakat
Suwandi, perwakilan dari Perkumpulan RKL, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Walikota di tengah-tengah mereka. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Wali Kota Rico Waas yang telah meluangkan waktunya. Keluhan-keluhan masyarakat sudah kami sampaikan langsung, dan mudah-mudahan ke depan penyelesaiannya bisa berjalan dengan baik,” ungkap Suwandi dengan penuh harapan.
Menurut Suwandi, masalah banjir di kawasan ini sangat mengganggu. Setiap kali hujan turun, sejumlah gang seringkali tergenang air, sehingga menciptakan kondisi yang sangat tidak nyaman bagi warga. Hal ini terjadi karena sistem drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang masuk.
Fokus Pembenahan di Titik Krusial
Ia juga menyoroti titik krusial yang perlu segera diperbaiki, yaitu kawasan Gang Jahe dan Karmila. “Soal drainase Gang Jahe itu yang paling utama, karena di situlah pusat pengaliran air yang terbagi ke Gang Jahe dan Karmila. Kami sangat senang karena Pak Wali Kota menyambut baik aspirasi ini,” tambah Suwandi.
Melalui upaya gotong royong ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan perubahan yang signifikan dalam penanganan masalah drainase. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci untuk mengatasi masalah yang sudah lama mengganggu kehidupan sehari-hari di Kecamatan Medan Marelan.
Manfaat Gotong Royong untuk Masyarakat
Gotong royong bukan hanya sekedar tradisi, tetapi juga merupakan konsep yang dapat menguatkan ikatan sosial antarwarga. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan nyaman untuk ditinggali.
- Meningkatkan kepedulian sosial antarwarga.
- Memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam perbaikan lingkungan.
- Memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
- Mendorong rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
- Menumbuhkan semangat kerja keras dan saling membantu.
Dengan adanya dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah kota berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan infrastruktur yang ada. Harapannya, kawasan Medan Marelan dapat terbebas dari masalah banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga.
Inisiatif Jangka Panjang untuk Drainase
Pemerintah Kota Medan juga merencanakan berbagai inisiatif jangka panjang untuk memastikan bahwa masalah drainase tidak hanya diselesaikan secara sementara. Salah satu rencana tersebut adalah pengembangan sistem drainase yang lebih modern dan efektif.
Rico Waas menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan drainase. “Kita perlu melihat lebih jauh ke depan. Ini bukan hanya soal hari ini, tetapi bagaimana kita bisa mencegah masalah yang sama terulang di masa depan,” ujarnya. Dengan pendekatan yang lebih strategis, diharapkan semua masalah yang berkaitan dengan drainase dapat teratasi dengan baik.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, serta penerapan teknologi yang tepat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mengurangi risiko banjir yang selama ini menghantui warga Medan Marelan.
Kesadaran Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan
Salah satu aspek penting dalam mengatasi masalah drainase adalah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga saluran drainase agar tidak tersumbat oleh sampah atau material lain yang dapat menghambat aliran air.
Dengan mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga kebersihan, diharapkan mereka dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan banjir. Edukasi ini bisa dilakukan melalui sosialisasi dan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Peran Pendidikan dalam Meningkatkan Kesadaran
Pendidikan juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Sekolah-sekolah dapat menjadi pionir dalam menyebarkan informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Melalui program-program edukasi, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, kita dapat menciptakan sinergi yang baik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.
Melalui berbagai upaya ini, diharapkan Medan Marelan dapat menjadi contoh daerah yang berhasil dalam mengatasi masalah banjir dan genangan air melalui gotong royong drainase dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kita semua bisa berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
