Tim Rukyatul Hilal Sumut Laksanakan Pengamatan Penetapan 1 Syawal 1447H/2026M

Pengamatan penetapan 1 Syawal merupakan momen yang sangat berarti bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga melibatkan aspek astronomis dan keilmuan yang mendalam. Pada tanggal 19 Maret 2026, Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Rukyatul Hilal untuk menentukan kapan 1 Syawal 1447H/2026M akan jatuh. Acara ini diselenggarakan di Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait.
Penyelenggaraan Rukyatul Hilal di Sumatera Utara
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, yang diwakili oleh Syafrizal Bancin selaku Kepala Bagian Tata Usaha, menjelaskan bahwa kegiatan Rukyatul Hilal ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat akurasi dalam penetapan hari raya umat Islam.
“Hasil dari pengamatan ini akan menjadi rekomendasi bagi Sidang Isbat yang dilaksanakan pada hari yang sama untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026M,” jelas Syafrizal. Sebagai bagian dari proses ini, data dan hasil yang diperoleh akan disampaikan kepada Kementerian Agama RI untuk dijadikan acuan dalam penetapan hari raya yang lebih resmi.
Proses Penetapan Hari Raya
Pelaksanaan Rukyatul Hilal ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi merupakan proses ilmiah yang didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan oleh Mabims (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Menurut Syafrizal, hasil pengamatan menunjukkan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria yang ditentukan.
- Posisi hilal tidak terlihat di lokasi pengamatan.
- Pengamatan dilakukan di beberapa titik strategis.
- Data yang dikumpulkan menjadi dasar rekomendasi untuk Sidang Isbat.
- Perbedaan penetapan 1 Syawal bisa terjadi, yang merupakan hal yang wajar.
- Ukhuwah Islamiyah tetap dijaga meskipun ada perbedaan.
Syafrizal juga mengingatkan bahwa meskipun ada kemungkinan perbedaan dalam penetapan 1 Syawal, hal ini seharusnya tidak memecah ukhuwah Islamiyah. “Kita berharap perbedaan ini dapat menjadi rahmatan lil alamin,” tambahnya, mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan meskipun ada variasi dalam penetapan hari raya.
Peran BMKG dalam Rukyatul Hilal
Kepala Balai Wilayah I Badan Meteorologi dan Geofisika Sumatera Utara, Hendro Nugroho, mengungkapkan bahwa BMKG telah melakukan penghitungan astronomis yang sangat penting sebelum pelaksanaan Rukyatul Hilal. Penghitungan ini dilakukan pada pukul 18:36 WIB, yang merupakan waktu terbenamnya matahari.
“Berdasarkan hasil penghitungan, titik konjungsi pada tanggal 19 Maret 2026 menunjukkan bahwa tinggi hilal mencapai 1 derajat di wilayah timur, 2 derajat di Jawa, 2,75 derajat di Medan, dan 3 derajat di Sabang. Ini menunjukkan bahwa visibilitas bulan masih belum optimal,” jelas Hendro, yang menekankan pentingnya akurasi data dalam proses penetapan hari raya.
Detail Pengamatan Hilal
Lebih lanjut, Hendro menjelaskan detail dari pengamatan hilal di beberapa lokasi. Di Kota Medan, tinggi hilal tercatat 2,87 derajat dengan elongasi 5,98 derajat, umur bulan 10,21 jam, dan fraksi iluminasi 0,21 persen. Sementara di Sabang, tinggi hilal mencapai 3,1 derajat dengan elongasi 6,1 derajat dan fraksi iluminasi 0,22 persen.
“Keputusan final tetap menunggu penerapan dari pemerintah sebagai ulil amri,” tambahnya, menegaskan bahwa semua data yang ada akan menjadi pertimbangan dalam sidang yang akan dilakukan oleh Kementerian Agama RI.
Sinergi dalam Penetapan 1 Syawal
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara, Abu Qosim, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga terkait dalam pelaksanaan Rukyatul Hilal. Menurutnya, kegiatan ini adalah sebuah ikhtiar ilmiah yang sangat penting untuk menentukan 1 Syawal 1447H sebagai Hari Raya Idul Fitri.
“Kolaborasi ini sangat diperlukan agar hasil yang diperoleh dapat disampaikan dengan akurat kepada masyarakat,” ungkap Abu Qosim, menambahkan bahwa keterlibatan berbagai pihak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan acara ini.
Pentingnya Dukungan Masyarakat
Acara Rukyatul Hilal ini juga dihadiri oleh Organisasi Masyarakat Islam Provinsi Sumatera Utara, Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara, serta media pers. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kegiatan ini dan pentingnya informasi yang tepat untuk seluruh umat Islam.
“Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi kita semua,” ucap Syafrizal, mewakili semua pihak yang terlibat, berharap agar perayaan Idul Fitri kali ini dapat menjadi momen yang penuh berkah bagi umat Islam di Sumatera Utara dan seluruh Indonesia.
Dengan demikian, pengamatan penetapan 1 Syawal 1447H/2026M di Sumatera Utara bukan hanya sekadar ritual, tetapi merupakan hasil dari kolaborasi ilmiah dan spiritual yang melibatkan berbagai pihak. Mari kita jaga ukhuwah Islamiyah dan terus berdoa agar hasil pengamatan ini dapat memberikan jalan yang terbaik bagi umat Islam dalam merayakan Idul Fitri.