Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Setelah Lampung Begawi x SigerFest 2026 Sukses

Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan menjadi fokus utama bagi Pemerintah Provinsi Lampung, terutama setelah suksesnya acara Lampung Begawi x SigerFest 2026. Acara yang diselenggarakan di Lampung City Mall ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga platform untuk mendorong hilirisasi komoditas Lampung. Dengan melibatkan berbagai pihak, acara ini bertujuan untuk menggali potensi komoditas unggulan Lampung dan menjadikannya sebagai pilar ekonomi yang kuat.
Mendorong Hilirisasi Komoditas Lampung Melalui Festival
Selama tiga hari, Lampung Begawi x SigerFest 2026 mengusung tema ‘Sai Bumi, Sejuta Nilai: Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung untuk Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif dan Berdaya Saing’. Acara ini berhasil menyatukan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, pelaku bisnis, perbankan, akademisi, hingga pelaku UMKM, dalam satu tujuan yang sama: memperkuat ekonomi lokal melalui hilirisasi dan digitalisasi.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki Lampung dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Potensi Ekonomi Lampung yang Perlu Digerakkan
Marindo Kurniawan menegaskan bahwa Lampung tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki berbagai komoditas unggulan, seperti hasil pertanian, perkebunan, kopi, produk UMKM, dan ekonomi kreatif. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengolah komoditas ini menjadi produk bernilai tinggi yang dapat menembus pasar global.
- Hasil pertanian dan perkebunan
- Kopi Lampung yang berkualitas
- Produk kerajinan tangan dari UMKM
- Inovasi di sektor ekonomi kreatif
- Pangan lokal yang sehat dan berkualitas
“Lampung tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah penghasil. Kita harus bertransformasi menjadi daerah yang menciptakan nilai tambah,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya pengembangan dari proses produksi, pengolahan, hingga pemasaran yang tepat.
Peran Digitalisasi dalam Pertumbuhan Ekonomi
Salah satu aspek penting yang disoroti adalah digitalisasi. Gubernur Lampung menekankan bahwa di era digital saat ini, penggunaan teknologi informasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam sektor publik.
Marindo mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Bank Indonesia dalam memperluas penggunaan QRIS dan sistem pembayaran digital lainnya. “Digitalisasi membuka banyak peluang baru dalam perekonomian, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak positifnya secara langsung,” ungkapnya.
Inovasi untuk Meningkatkan Layanan Publik
Dengan digitalisasi, diharapkan pelayanan publik dapat ditingkatkan. “Teknologi seharusnya mempermudah masyarakat, bukan sebaliknya. Itulah prinsip yang harus kita pegang dalam setiap inovasi yang kita luncurkan,” katanya. Semangat ini diharapkan dapat diterapkan dalam semua sektor, termasuk dalam usaha meningkatkan penghasilan daerah.
Gubernur juga mengajak semua pihak untuk mengimplementasikan semangat ‘Sai Bumi Sejuta Nilai’ sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun ekonomi Lampung yang berkelanjutan. “Kita ingin menjadikan Lampung sebagai daerah yang ramah untuk berbisnis, menarik untuk berinvestasi, dan menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang,” tegasnya.
Antusiasme Masyarakat dan Capaian Festival
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, juga memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam penyelenggaraan festival ini. Ia menegaskan bahwa Lampung Begawi x SigerFest 2026 dirancang untuk memperkuat hilirisasi dan digitalisasi, yang merupakan fondasi bagi ekonomi kerakyatan yang inklusif.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar festival atau pameran produk, tetapi juga merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem yang saling mendukung. “Kami ingin menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Lampung melalui sinergi ini,” ungkap Bimo.
Pencapaian yang Menggembirakan
Selama acara berlangsung, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Data menunjukkan bahwa jumlah pengunjung mencapai sekitar 28.000 orang, dengan total transaksi penjualan makanan, minuman, dan produk lokal lainnya yang melebihi Rp500 juta. Selain itu, terdapat 1.248 transaksi wakaf yang terjadi di Lamban Kupi, menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap pengembangan ekonomi lokal.
- 28.000 pengunjung selama festival
- Transaksi penjualan melebihi Rp500 juta
- 1.248 transaksi wakaf di Lamban Kupi
- Kolaborasi dengan OJK dan lembaga keuangan
- Ekspor produk UMKM mencapai Rp1,92 miliar
Sejak awal tahun, nilai ekspor produk UMKM Lampung telah mencapai sekitar Rp1,92 miliar, dengan kopi Lampung berhasil menembus pasar di Amerika Serikat, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan. Produk olahan makanan dan minuman juga telah berhasil memasuki pasar di beberapa negara seperti Taiwan, Malaysia, Mesir, Turki, dan Kanada.
Membangun Ekosistem Komoditas Unggulan
Dalam rangkaian acara Lampung Begawi x SigerFest 2026, berbagai kegiatan digelar untuk memperkuat ekosistem komoditas unggulan Lampung. Salah satunya adalah kegiatan yang mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, komunitas, hingga calon investor dalam pengembangan industri kopi Lampung.
Di samping itu, kegiatan Bar Takeover di Lamban Kupi juga menjadi salah satu agenda yang memperkenalkan kopi Lampung kepada masyarakat dengan standar penyajian internasional. Lamban Wastra, di sisi lain, menjadi ruang untuk memperlihatkan kekayaan budaya serta potensi ekonomi kreatif Lampung melalui berbagai kegiatan menarik.
Kolaborasi sebagai Kunci Sukses
Bimo Epyanto menegaskan bahwa untuk mencapai hilirisasi dan digitalisasi yang efektif, kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan sangatlah penting. “Kita harus bekerja sama untuk mengolah potensi daerah menjadi produk yang lebih bernilai dan kompetitif,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi yang kuat, diharapkan Lampung dapat terus bertransformasi menjadi daerah yang tidak hanya menghasilkan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian masyarakat. Semoga suksesnya Lampung Begawi x SigerFest 2026 dapat menjadi titik awal bagi pengembangan ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing di masa depan.
