MABIT Goes Wild, SD 2 Muhammadiyah Langsa Siapkan Siswa dengan Iman dan Kesiapsiagaan Bencana

Di dunia pendidikan, proses belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruang kelas yang konvensional. SD 2 Muhammadiyah Langsa mengusung konsep baru dalam kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang berjudul “MABIT Goes Wild: Pray, Play, and Stay Ready”. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga berfokus pada edukasi mitigasi bencana, yang berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa.
Pengenalan Kegiatan MABIT Goes Wild
Dalam kegiatan ini, sebanyak 146 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 terlibat secara aktif, menjadikan pengalaman ini sangat berharga. Acara tersebut berlangsung di kawasan Hutan Lindung Kota Langsa pada hari Minggu, 27 September 2026. Para siswa mengikuti serangkaian kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.
Kegiatan ini menawarkan pendekatan yang inovatif dalam membekali siswa dengan pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, terutama mengingat risiko banjir yang sering melanda wilayah Kota Langsa. Edukasi ini sangat penting untuk ditanamkan sejak dini, sehingga siswa dapat memahami dan menghadapi situasi darurat dengan lebih baik.
Pendidikan Mitigasi Bencana Bersama BPBD
Kehadiran tim BPBD Kota Langsa menambah semarak kegiatan MABIT. Kepala Pelaksana BPBD, dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hady Wijaya, S.STP, M.SP, memberikan pengetahuan dan praktik langsung mengenai mitigasi bencana.
Selama kegiatan ini, siswa diajarkan untuk mengenali potensi bahaya yang mungkin terjadi, memahami langkah-langkah yang harus diambil saat bencana melanda, serta mempraktikkan proses evakuasi dengan cara yang langsung dan interaktif.
Peran BPBD dalam MABIT
Menurut Hady Wijaya, keterlibatan BPBD dalam acara ini merupakan langkah penting untuk membangun budaya sadar bencana di kalangan anak-anak. Hal ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang lebih siap dan peka terhadap situasi darurat.
- Memberikan edukasi tentang potensi bahaya yang ada.
- Menjelaskan langkah-langkah evakuasi yang perlu diambil.
- Melaksanakan simulasi evakuasi secara langsung.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
- Mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses belajar.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Dr. Hamdani, MA, selaku Kepala SD 2 Muhammadiyah Langsa, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya MABIT pertama di tahun ajaran ini. Ia mencatat bahwa antusiasme peserta terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan minat yang besar terhadap kegiatan ini.
“Alhamdulillah, MABIT pertama di tahun ajaran ini telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 3 sampai kelas 6. Di malam hari, mereka belajar nilai-nilai keagamaan dan beribadah salat tahajud bersama. Momen yang paling dinanti adalah interaksi dengan tim BPBD Kota Langsa,” jelas Hamdani.
Nilai Spiritual dan Praktis dalam Kegiatan
Hamdani menekankan bahwa MABIT tidak hanya berfungsi sebagai media untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa melalui kegiatan luar ruang yang edukatif dan menyenangkan. Hal ini diharapkan dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang berguna di masa depan.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga bagi para siswa, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat,” tutup Hamdani. Setiap elemen dari kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa.




