kpkgg

asdadsasd.com

BISNISH. Ihwan RitongaKetua APPSI Sumutmedia terpercayaPosmetro Medan

APPSI Sumut dan Pemprovsu Laksanakan Operasi Pasar Daging Ayam Harga Rp40.000 per Kg

Di tengah lonjakan harga daging ayam yang mencapai Rp58.000 per kilogram, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sumatera Utara berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) meluncurkan program operasi pasar daging ayam. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing pada hari Selasa, 22 September 2026. Dengan harga yang ditetapkan Rp40.000 per kilogram, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mendapatkan daging ayam berkualitas.

Tujuan dan Manfaat Operasi Pasar Daging Ayam

Operasi pasar daging ayam ini merupakan langkah strategis untuk menanggulangi lonjakan harga yang telah membebani konsumen. Masyarakat yang sebelumnya terpaksa membeli daging ayam dengan harga yang selangit kini dapat menikmati harga yang lebih terjangkau. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menstabilkan harga, tetapi juga untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama di saat-saat sulit.

Ketua APPSI Sumut, H. Ihwan Ritonga, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan hasil dari rapat dengar pendapat (RDP) beberapa waktu lalu, yang menyoroti permasalahan tingginya harga daging ayam di wilayah tersebut. “Kami berupaya memberikan solusi nyata bagi masyarakat dengan memulai operasi pasar ini,” ujarnya.

Rincian Operasi Pasar

Pada pelaksanaan pertama ini, APPSI bersama Pemprovsu menyediakan total 3 ton daging ayam, dengan rincian 2 ton di Pasar Sei Sikambing dan 1 ton di Pasar Petisah. Rencana ke depan adalah menjangkau 13 pasar lainnya untuk memperluas jangkauan program ini.

  • Pasar Sei Sikambing: 2 ton
  • Pasar Petisah: 1 ton
  • Target pasar selanjutnya: 13 pasar
  • Harga pembelian untuk pedagang: Rp38.000/kg
  • Harga jual kepada masyarakat: Rp40.000/kg

H. Ihwan menjelaskan bahwa penurunan harga ini dapat terjadi berkat pemotongan rantai distribusi, yang menghubungkan langsung produsen dengan pedagang. Dengan cara ini, biaya distribusi yang biasanya mahal dapat ditekan sehingga harga jual di pasaran menjadi lebih bersaing.

Faktor Penyebab Lonjakan Harga Daging Ayam

Lonjakan harga daging ayam yang terjadi sebelumnya, yang mencapai Rp58.000/kg, disebabkan oleh panjangnya jalur distribusi. Proses ini melibatkan beberapa pihak, seperti peternak, produsen, pengepul, agen, hingga pedagang. H. Ihwan menegaskan bahwa tidak ada kaitannya antara peningkatan harga daging ayam dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Kami memastikan seluruh proses distribusi diawasi oleh APPSI, Pemprov Sumut, Satgas Pangan, dan kepolisian, sehingga harga bisa tetap terkendali dan tidak ada spekulasi di pasar,” tambahnya.

Harapan untuk Keberlanjutan Program

APPSI memiliki harapan besar agar operasi pasar ini dapat berlangsung secara berkelanjutan. Melalui koordinasi yang baik dengan para produsen ayam, diharapkan kesepakatan harga dapat ditegakkan dan dipatuhi oleh semua pelaku usaha. Ini diharapkan dapat menciptakan iklim pasar yang lebih stabil dan menguntungkan bagi semua pihak.

Pedagang ayam di Pasar Petisah, Supri, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu baik bagi pedagang maupun konsumen. Dengan harga Rp40.000 per kilogram, pembeli lebih mudah untuk mendapatkan daging ayam berkualitas baik. “Sebelumnya, kami menjual dengan harga eceran sekitar Rp47.000 per kilogram,” ujarnya.

Respon dari Konsumen

Salah satu konsumen di Pasar Sei Sikambing, Dani, menyatakan bahwa harga Rp40.000 per kilogram sudah termasuk murah, namun ia berharap agar harga daging ayam bisa turun lebih jauh. “Bukan hanya harga ayam yang mahal, tetapi hampir semua kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan,” keluhnya.

Dani mengungkapkan harapannya agar harga ayam bisa lebih murah lagi di masa mendatang, mengingat sebelumnya pernah mencapai Rp52.000 per kilogram. “Saya berharap harga ayam tidak hanya stabil, tetapi juga bisa turun lebih jauh,” tambahnya.

Rencana Operasi Pasar Selanjutnya

Operasi pasar daging ayam ini tidak hanya terbatas di dua lokasi, tetapi juga mencakup beberapa pasar lainnya di Sumatera Utara. Rencana distribusi mencakup daerah-daerah berikut:

  • Pasar Sukaramai
  • Pasar Bakti
  • Pasar Halat
  • Pasar Kampung Lalang
  • Pasar Simpang Limun
  • Pasar Pulo Brayan
  • Pasar Titi Kuning
  • Pasar Simalingkar
  • Pasar Tanjung Rejo
  • Pasar Sentosa

Dengan jumlah total yang akan dikeluarkan bervariasi, APPSI dan Pemprovsu berkomitmen untuk terus memantau dan menyesuaikan kebutuhan pasar agar operasi ini dapat memenuhi harapan masyarakat akan daging ayam yang terjangkau dan berkualitas.

Inisiatif ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPW APPSI Sumut Suwarno, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Yusfahri Perangin-angin, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan ESDM Sumut, M. Zein Ma’rufin. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini dan komitmen untuk mengawasi pelaksanaannya dengan baik.

Dengan langkah konkret yang diambil oleh APPSI dan Pemprovsu, diharapkan masyarakat dapat memperoleh daging ayam dengan harga yang lebih terjangkau dan berkualitas. Ini adalah bentuk nyata dari upaya pemerintah dan asosiasi untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung kebutuhan pangan masyarakat di Sumatera Utara.

Related Articles

Back to top button