AS AD Ditangkap Reskrim Polsek Medan Barat Terkait Pencurian Meteran PDAM

Dalam upaya untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang salah, seorang pria bernama As Ad Ashari (37) terpaksa menghadapi konsekuensi dari aksinya yang merugikan orang lain. Pria yang berstatus pengangguran ini ditangkap oleh pihak kepolisian di Polsek Medan Barat setelah terpergok sedang melakukan pencurian meteran air PDAM di kawasan Kesawan. Kejadian ini memberikan gambaran jelas tentang bahaya pencurian yang semakin merajalela di masyarakat.
Detail Kejadian Pencurian
Pencurian yang dilakukan oleh As Ad terjadi pada malam Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, di halaman rumah Joe Jordan Augustinus (47) yang terletak di Jalan Putri Hijau I/II No. 18 H, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Dalam suasana malam yang sepi, pelaku dengan berani memasuki pekarangan rumah korban.
Dengan membawa alat berupa gergaji besi yang disimpan dalam tas ransel hitamnya, As Ad mulai menggergaji pipa sambungan meteran air PDAM. Tanpa memperhitungkan risiko, ia melanjutkan aksinya di tengah kegelapan malam, yang seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat.
Penangkapan Pelaku
Namun, tindakan nekatnya tidak berlangsung lama. Gerak-gerik pelaku menarik perhatian Kepala Lingkungan (Kepling) setempat yang curiga akan aktivitas mencurigakan di area tersebut. Bersama dengan warga lainnya, Kepling segera mengepung pelaku dan berhasil menangkapnya sebelum pelaku dapat melarikan diri.
Setelah penangkapan, Kepling menghubungi korban, Joe Jordan, yang langsung bergegas menuju lokasi kejadian. Dalam keadaan marah dan terkejut, Joe segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Barat untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Tindakan Polisi
Menanggapi laporan dari warga, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Medan Barat, yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Senior Sianturi, SH, MH, langsung mengambil tindakan. Pada Rabu dini hari, 30 September 2026, sekitar pukul 02.00 WIB, petugas berhasil mengamankan As Ad di lokasi kejadian.
Kapolsek Medan Barat, Kompol Dr. Made Wira Suhendra SIK, MH, menyatakan bahwa pelaku tidak bisa mengelak saat dilakukan penggeledahan. “Pelaku berhasil diamankan oleh warga dan personel kami di TKP sesaat setelah beraksi. Saat diinterogasi, As Ad Ashari mengakui semua perbuatannya,” ujar Iptu Senior Sianturi dalam keterangannya.
Barang Bukti yang Diamankan
Dalam proses penangkapan, petugas menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku. Barang bukti tersebut termasuk:
- Sebuah tas ransel hitam
- Sebuah gergaji besi
- Satu unit meteran air milik korban dengan nilai sekitar Rp 1,7 juta
Modus operandi pelaku yang beraksi di malam hari dengan memanfaatkan situasi sepi jelas menunjukkan bahwa ia telah merencanakan pencurian ini dengan matang. Hal ini menambah catatan kejahatan yang terjadi di daerah tersebut.
Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat
Kasus pencurian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan di lingkungan tempat tinggal mereka. Pihak kepolisian menghimbau agar warga lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
Kapolsek Medan Barat mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem keamanan di lingkungan masing-masing. “Kami menyarankan agar Pos Kamling diaktifkan kembali dan masyarakat tidak ragu untuk melapor jika melihat aktivitas mencurigakan,” tegasnya.
Peran Aktif Masyarakat dalam Keamanan
Langkah-langkah yang bisa diambil oleh masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan meliputi:
- Mengaktifkan Pos Kamling di lingkungan masing-masing
- Mengadakan pertemuan rutin antar warga untuk membahas masalah keamanan
- Melaporkan kehadiran orang asing yang mencurigakan
- Menjalin komunikasi yang baik dengan petugas Bhabinkamtibmas setempat
- Menggunakan teknologi untuk memantau keamanan, seperti kamera CCTV
Dengan kerjasama yang baik antara polisi dan masyarakat, diharapkan angka kejahatan, termasuk pencurian meteran PDAM, dapat ditekan dan keamanan lingkungan dapat terjaga dengan lebih baik.
Kesimpulan Kasus Pencurian
As Ad Ashari kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Polsek Medan Barat. Kasus ini menjadi salah satu contoh nyata tentang konsekuensi dari tindakan kriminal dan pentingnya kesadaran serta kewaspadaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Pihak kepolisian terus berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku kejahatan dan menjaga ketertiban di masyarakat. Semoga dengan adanya tindakan tegas ini, masyarakat akan lebih berhati-hati dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk ditinggali.



