Wali Kota Rico Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal di TPA Terjun

Pekerja informal sering kali menghadapi berbagai tantangan dan risiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan mereka. Di tengah kesibukan kota, mereka berjuang untuk mendapatkan penghidupan yang layak, namun tanpa perlindungan yang memadai. Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan jaminan kesehatan bagi mereka, Pemerintah Kota Medan mengambil langkah signifikan dengan menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol perhatian pemerintah, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja yang berjuang di garis depan.
Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan di TPA Terjun
Pada tanggal 10 September 2026, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 150 pekerja informal yang beraktivitas di TPA Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan pekerja yang berkontribusi pada lingkungan. Sebelumnya, sudah ada penyerahan yang dilakukan kepada seratusan orang, sehingga total pemulung yang telah menerima kartu ini mencapai sekitar 305 orang.
Dukungan dari Stakeholder
Rico Waas menegaskan bahwa penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. “Kartu BPJS Ketenagakerjaan ini kita berikan kepada para penyelamat lingkungan, atau yang lebih dikenal dengan sebutan pemulung di TPA Terjun,” ungkapnya. Ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap pekerja informal tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan sektor swasta.
Risiko yang Dihadapi Pekerja Informal
Pekerja informal, terutama pemulung yang bekerja di lokasi TPA, menghadapi berbagai risiko yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka. Risiko-risiko ini meliputi:
- Terpapar bahan berbahaya dan limbah
- Kecelakaan akibat alat berat
- Tertimpa timbunan sampah
- Terpijak benda tajam
- Terpapar pencemaran udara
Dengan kondisi kerja yang penuh risiko ini, perlindungan kesehatan menjadi sangat penting. “Kami memberikan jaminan kesehatan ini untuk memastikan tidak ada lagi keluarga yang menderita akibat kecelakaan kerja, baik itu luka parah maupun kematian,” tambah Rico Waas.
Manfaat Kartu BPJS Ketenagakerjaan
Kartu BPJS Ketenagakerjaan memberikan berbagai manfaat bagi pemulung yang berisiko tinggi. Dalam hal kecelakaan kerja, jika terjadi kematian, keluarga yang ditinggalkan berhak menerima kompensasi sekitar Rp48 juta. Selain itu, biaya pendidikan anak-anak mereka juga akan ditanggung hingga tingkat perguruan tinggi. Ini adalah langkah penting dalam memberikan perlindungan dan dukungan kepada mereka yang berkontribusi pada kebersihan dan lingkungan kota.
Kepedulian Pemko Medan terhadap Pekerja Informal
Pemerintah Kota Medan menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap perlindungan kesehatan bagi pekerja di sektor informal. Pembayaran tagihan BPJS Ketenagakerjaan untuk para pemulung ini akan ditanggung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang peduli. “Pembayaran tagihan ini berasal dari CSR untuk para pemulung. Sedangkan untuk pekerja informal lainnya, pembiayaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelas Rico Waas.
Statistik Pekerja yang Terlindungi
Dalam upaya perlindungan kesehatan ini, Pemko Medan juga mencatat jumlah pekerja informal yang telah terdaftar. Tercatat ada sekitar 17.851 pekerja yang mendapatkan perlindungan melalui APBD, dan dengan adanya tambahan sekitar 1.800 pekerja dalam perubahan anggaran. Selain itu, ada juga sekitar 2.000 nelayan yang mendapatkan perlindungan serupa. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat.
Kesimpulan dari Upaya Perlindungan Kesehatan
Penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pemulung di TPA Terjun merupakan langkah penting dalam upaya memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerja informal. Dengan dukungan dari berbagai stakeholder dan alokasi dana yang tepat, Pemko Medan berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja informal. Melalui program ini, diharapkan tidak hanya kesejahteraan individu yang meningkat, tetapi juga kualitas hidup dan lingkungan di sekitar kita.




