depo 10k slot depo 10k

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

800 Tahun Samudera PasaiAjak Warga Jaga SejarahAyah Wa LepasPaseRibuan Peserta Jalan Santai

Ayah Wa Lepas Ribuan Peserta Jalan Santai 800 Tahun Samudera Pasai untuk Melestarikan Sejarah

Peringatan 800 tahun Samudera Pasai baru-baru ini menjadi momen bersejarah yang tidak hanya dirayakan dengan meriah oleh masyarakat, tetapi juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah. Ribuan peserta jalan santai yang dilepas oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM, yang akrab disapa Ayah Wa, mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini. Acara yang berlangsung di kawasan Kantor Bupati Aceh Utara pada Minggu, 13 September 2026, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.

Kegiatan Jalan Santai: Simbol Kebersamaan Masyarakat

Jalan santai ini menjadi bagian dari rangkaian penutupan Milad Samudera Pasai ke-800, yang dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kecamatan di Aceh Utara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat rasa cinta terhadap sejarah dan identitas daerah.

Dalam sambutannya, Ayah Wa menekankan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai sejarah Samudera Pasai, yang merupakan simbol kejayaan peradaban Islam. “Samudera Pasai bukan hanya sekadar warisan, tetapi juga tanggung jawab kita untuk merawat dan meneruskan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Menumbuhkan Kebanggaan terhadap Sejarah

Peringatan 800 tahun Samudera Pasai seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di antara masyarakat. Ayah Wa menambahkan bahwa kebanggaan terhadap sejarah yang telah dikenal hingga mancanegara sangat penting untuk ditumbuhkan. “Kita semua memiliki peran untuk menjaga dan melestarikan sejarah yang telah menjadi bagian dari identitas kita,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat yang tumpah ruah di lokasi kegiatan menunjukkan betapa kuatnya rasa kepemilikan terhadap warisan sejarah dan budaya Aceh Utara. Bupati mengapresiasi dukungan warga yang hadir dan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Partisipasi dan Keterlibatan Masyarakat

Seluruh peserta diwajibkan untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat Islam, menambah nuansa keagamaan pada kegiatan ini. Panitia telah menyediakan 450 kaos gratis untuk peserta, namun jumlah tersebut ternyata tidak dapat memenuhi permintaan yang begitu tinggi dari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa minat untuk berpartisipasi dalam acara ini sangat besar.

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh semangat. “Antusiasme masyarakat menjadi tanda bahwa semangat untuk menjaga sejarah, budaya, dan identitas Samudera Pasai masih sangat kuat,” ungkapnya.

Rute Jalan Santai yang Menarik

Jalan santai dimulai dari halaman Kantor Bupati Aceh Utara, melintasi beberapa lokasi penting seperti Jalan Lan Pipa, Gampong Keutapang, dan kawasan Masjid Alue Mudem. Peserta kemudian melewati Jalan Nasional Medan-Banda Aceh sebelum kembali ke titik finis di lokasi awal. Rute ini tidak hanya menyuguhkan pemandangan yang menarik, tetapi juga membawa peserta melewati jejak-jejak sejarah yang ada di daerah tersebut.

  • Dimulai dari halaman Kantor Bupati Aceh Utara
  • Melewati Jalan Lan Pipa dan Gampong Keutapang
  • Kawasan Masjid Alue Mudem sebagai titik penting
  • Jalan Nasional Medan–Banda Aceh sebagai bagian dari rute
  • Kembali ke titik finis di lokasi awal

Keamanan dan Kenyamanan Selama Acara

Untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara, berbagai pihak dikerahkan. Personel Dinas Perhubungan, Satpol PP dan WH, serta TNI-Polri, dilengkapi dengan tim medis dan ambulans, disiagakan di sepanjang rute. Hal ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap keselamatan peserta, sehingga mereka dapat menikmati acara dengan tenang.

Jalan santai ini merupakan salah satu agenda penutup dari rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800. Puncak perayaan yang dijadwalkan berlangsung pada malam hari menghadirkan unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, ulama, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Bersama-sama, mereka akan merayakan penutupan peringatan delapan abad Kerajaan Samudera Pasai dengan penuh semangat dan kebanggaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Aceh Utara semakin sadar akan pentingnya melestarikan sejarah dan budaya mereka. Kegiatan jalan santai ini bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga merupakan bentuk cinta mereka terhadap warisan yang telah ada selama ratusan tahun. Setiap langkah yang diambil dalam acara ini adalah langkah menuju pelestarian identitas dan sejarah yang kaya dari Samudera Pasai.

Back to top button