Harga Komoditas Meningkat di Aceh Timur menjelang Idul Fitri, Stok BBM Terjamin Aman

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Aceh Timur menghadapi tantangan terkait harga komoditas dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Dalam konteks ini, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Kapolres Aceh Timur, AKBP Iwan Kurniadi, melakukan inspeksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kemuning dan pasar tradisional setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM dan stabilitas harga bahan pokok, terutama saat momen perayaan yang identik dengan peningkatan konsumsi. Melalui peninjauan ini, diharapkan masyarakat dapat tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas mengenai kelangkaan pasokan.
Ketersediaan BBM yang Terjamin
Berdasarkan hasil tinjauan, Bupati Al-Farlaky memastikan bahwa pasokan BBM di Aceh Timur dalam keadaan aman dan terkendali. Hal ini didapatkan melalui koordinasi yang intensif dengan pihak SPBU dan Pertamina, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kestabilan energi di daerah tersebut.
“Setelah melakukan peninjauan dan berkomunikasi dengan pihak terkait, kami dapat memastikan bahwa pasokan BBM menjelang Idul Fitri masih dalam kondisi baik,” ungkap Al-Farlaky.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai kelangkaan BBM di Aceh maupun secara khusus di Aceh Timur. Ini merupakan kabar baik bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi darat untuk berbagai keperluan menjelang perayaan.
SPBU Kemuning, yang menjadi salah satu titik pantau utama, menerima pasokan hingga 16 ton setiap kali pengisian. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, terutama dengan meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Pemantauan Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional
Setelah memastikan ketersediaan BBM, Bupati Al-Farlaky dan Kapolres melanjutkan pemantauan ke Pasar Peureulak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idul Fitri dan momen meugang yang biasa diperingati di Aceh.
Selama pemantauan, ditemukan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang signifikan. Berikut adalah beberapa harga yang terpantau:
- Minyak goreng curah: Rp22.000 per kilogram
- Gula pasir: Rp20.000 per kilogram
- Beras premium: Rp230.000 per sak
- Telur: Rp58.000 per kilogram
- Cabai merah: Rp38.000 per kilogram
Selain itu, harga kentang tercatat sekitar Rp15.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp60.000 per kilogram. Untuk bawang, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.
Harga Komoditas Perikanan
Dalam sektor perikanan, harga ikan bandeng berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Udang dijual seharga Rp120.000 per kilogram, dan ikan tongkol sekitar Rp40.000 per kilogram. Kenaikan harga ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan masyarakat yang ingin menjalani perayaan dengan baik.
Penyebab Kenaikan Harga dan Tindakan Pemerintah
Kenaikan harga komoditas menjelang Idul Fitri umumnya dipengaruhi oleh peningkatan permintaan serta faktor distribusi yang seringkali menjadi tantangan bagi para pedagang. Bupati Al-Farlaky menyadari bahwa kondisi ini bisa membebani masyarakat, terutama dalam situasi pascabanjir yang masih dirasakan oleh sebagian warga.
Menanggapi hal ini, pemerintah daerah bersama tim terkait berencana untuk menyurati para agen penyalur agar tidak mengerek harga secara sepihak. Jika imbauan ini diabaikan, langkah lanjutan berupa teguran akan diambil.
“Kami akan mengambil tindakan tegas kepada agen penyalur yang tidak mematuhi imbauan ini. Kenaikan harga yang tidak wajar sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Harapan untuk Stabilitas Ekonomi
Bupati Al-Farlaky mengharapkan harga komoditas dapat kembali ke tingkat normal dan tidak melebihi harga eceran tertinggi. Dengan demikian, daya beli masyarakat diharapkan dapat meningkat, dan ekonomi di Aceh Timur dapat kembali stabil.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang. Ini adalah langkah penting agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan bahagia,” pungkasnya.
Dengan adanya pemantauan yang ketat dan upaya proaktif dari pemerintah daerah, diharapkan masyarakat Aceh Timur dapat menghadapi perayaan Idul Fitri dengan persiapan yang baik, tanpa harus khawatir akan kelangkaan BBM atau lonjakan harga yang tidak wajar.




