Pemprov Sumut Tingkatkan Kualitas BUMDes untuk Memperkuat Ekonomi Desa melalui Pelatihan

Pembangunan ekonomi desa menjadi fokus utama dalam upaya mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah strategis untuk memperkuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui program pelatihan yang intensif dan pembentukan Klinik BUMDes Naik Kelas. Dengan langkah ini, diharapkan peran BUMDes dapat dioptimalkan, sehingga menjadi pilar penting dalam penggerak ekonomi desa.
Pentingnya BUMDes dalam Perekonomian Desa
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (PMD Dukcapil) Sumut, Parlindungan Pane, menyatakan bahwa saat ini terdapat 3.211 unit BUMDes yang beroperasi di Sumut. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 22 unit yang dapat dikategorikan sebagai BUMDes maju. Ini menunjukkan bahwa masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi dalam meningkatkan kualitas BUMDes di wilayah ini.
Data lebih lanjut menunjukkan bahwa:
- 1.890 unit BUMDes masih berstatus perintis
- 1.112 unit dalam kategori pemula
- 187 unit dikategorikan berkembang
Dengan demikian, Pemprov Sumut melihat ini sebagai peluang untuk terus mendorong pengembangan kapasitas BUMDes agar dapat beroperasi secara lebih efektif.
Strategi Pemprov Sumut dalam Meningkatkan Kualitas BUMDes
Parlindungan menegaskan bahwa desa memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian daerah. Dalam konteks ini, Pemprov Sumut berkomitmen untuk memastikan bahwa desa tidak mengalami stagnasi atau ditinggalkan oleh warganya. “Kami tidak ingin desa-desa kita mengalami kondisi yang mirip dengan beberapa negara maju, di mana desa ditinggalkan dan aset-asetnya tidak dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Dengan potensi besar yang dimiliki desa, Pemprov Sumut menargetkan untuk melaksanakan pelatihan bagi sekitar 400 pengurus BUMDes pada tahun 2026. Pelatihan ini akan mencakup berbagai aspek penting, seperti:
- Peningkatan kapasitas manajerial
- Pengelolaan keuangan yang efektif
- Strategi pemasaran yang inovatif
Klinik BUMDes Naik Kelas
Selain pelatihan, Pemprov juga akan meluncurkan Klinik BUMDes Naik Kelas. Klinik ini dirancang untuk memberikan akses baik secara daring maupun luring kepada pengurus BUMDes. Dengan melibatkan para ahli, program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung yang akan membantu pengurus BUMDes dalam mengembangkan usaha desa mereka.
“Klinik ini akan menjadi wadah konsultasi dan pembinaan, sehingga BUMDes dapat beroperasi secara lebih profesional dan meningkatkan pendapatan desa,” jelas Parlindungan.
Perkuatan Tata Kelola Melalui Kerjasama
Dalam upaya memperkuat tata kelola BUMDes, Dinas PMD Dukcapil Sumut juga bekerja sama dengan Kejaksaan melalui program “Jaksa Masuk Desa”. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum dan tertib administrasi dalam pengelolaan dana desa. Setiap tahun, desa menerima sejumlah dana yang cukup besar, dan pemerintah ingin memastikan bahwa dana tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai motor penggerak kemandirian desa.
“Kami ingin pengelolaan dana desa dilakukan dengan taat hukum dan administrasi yang baik,” tambahnya. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat desa itu sendiri.
Membangun Kolaborasi untuk Kemajuan Desa
Parlindungan menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak. “Kami terus membangun kemitraan dengan beragam stakeholders. Ini bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi harus dilakukan bersama demi kemajuan desa,” ungkapnya. Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, Pemprov Sumut berupaya memastikan bahwa setiap desa dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Dengan berbagai program dan inisiatif yang sedang dijalankan, diharapkan kualitas BUMDes dapat meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya akan menguntungkan desa itu sendiri, tetapi juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi regional yang lebih luas.
Penutup: Menatap Masa Depan BUMDes yang Lebih Baik
Keberlangsungan dan keberhasilan BUMDes sangat bergantung pada upaya bersama dari semua elemen masyarakat. Dukungan dari Pemprov Sumut, pelatihan yang efektif, serta kerjasama dengan berbagai institusi akan menjadi fondasi yang kuat untuk membangun ekonomi desa yang lebih berdaya saing. Dengan demikian, BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai usaha ekonomi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu membangun kesejahteraan masyarakat.


